Belajar dari India (dan Cina)

BELAJAR DARI INDIA (DAN CHINA)

Perbandingan

Data

India

China

AS

Populasi

1,1 miliar

1,3 miliar

0,3 miliar

Jalan tol

3,7 ribu km

25 ribu km

47 ribu km

Bandara besar

17

56

189

Produksi listrik

652 miliar KWh

2500 miliar KWh

4000 miliar KWh

Penetrasi internet

3,6%

10,1%

69,3%

Pengiriman dermaga

0,4 miliar ton

2,9 miliar ton

1,4 miliar ton

Proyek penting

  1. Delhi Metro – pembangunan subway tahap pertama (mitra Korsel dan AS)
  2. Golden Quadrilateral – Proyek $12 miliar pembangunan jalan 4-6 lajur sepanjang 4.828 km menghubungi kota-kota besar India (New Delhi – Mumbai – Bangalore – Chennai – Kalkuta)
  3. Pembangkit listrik Dahbol – Pembangunan senilai $2,8 miliar, produksi 2.000 MW; tarif terlalu rendah dan tersendat dengan manajemen lokal (mitra GE dan Bechtel)
  4. Hitec City Hyderabad – Kompleks perkantoran pinggir Hyderabad, markas perusahaan teknologi Barat dan India (Microsoft, IBM, Google)
  5. Bandara Internasional Bangalore – BOT 60 tahun Bandara senilai $430 juta untuk 11,5 juta penumpang per tahun (mitra Siemens, Unique, Swiss)
  6. Terminal kontainer Vallapardam – Fasilitas pengapalan kontainer senilai $555 juta di Kochi (mitra DP World Dubai)

Fakta:

  1. Bangalore jarang angkutan umum, India Infosys Tech Ltd. Mengeluarkan $5 juta per tahun untuk biaya bus, minivan, taksi utk 18.000 pegawai dari/ke Electronics City. Waktu perjalanan 4 jam dari/ke kantor.
  2. Bursa saham (indeks Sensex) mengalami kenaikan lebih dari 40% sejak Juni 2006; tetap terjadi penurunan ekonomi.
  3. Saham sektor lahan yasa meningkat dengan haraga berlipat dua kali dibandingkan tahun lalu; sarana miskin meliputi jalan raya, jembatan modern, bandara skala internasional, listrik, air bersih; sering terjadi kecelakaan akibat rapuhnya infrastruktur; kerugian akibat kerusakan jalan mencapai $6 miliar per tahun.
  4. Sektor teknologi industri hanya mempekerjakan 1,6 juta orang; pekerja tiap tahun bertambah 10 juta orang; rakyat miskin 800 juta jiwa.
  5. Laju kendaraan rata-rata 32 km/jam; mengandalkan buruh bongkar muat barang dari truk ke kapal; Negara bagian Maharashtra memadamkan listrik sehari per minggu untuk mengurangi beban jaringan; Pune, 4,5 juta jiwa, pemadaman setiap hari Kamis, akibatnya timbul biaya generator.
  6. Kekurangan listrik menjadi alasan pabrik chip Intel Corp. Pindah ke Vietnam.
  7. Total ekspor India <1% dari perdagangan global; China 7%.
  8. Opportunity lost 2%; inflasi meningkat akibat jaringan transportasi yang buruk; kerugian pertanian 40% membusuk di ladang dan perjalanan; harga bahan pokok naik.
  9. India membangun 6.000 km jalan raya (China membangun 40.000 km dan Investor memilih China).
  10. Investasi India pada infrastruktur 4% (China 9%) dari PDB.
  11. Investor di India menghadapi jalan panjang untuk sebuah keputusan pembangunan (China memangkas birokrasi).
  12. Politisi India hanya berkuasa selama 5 tahun; banyak janji politik yang mengganggu penanganan infrastruktur.
  13. Sopir-sopir truk harus menyuap sampai dengan $5 miliar per tahun.
  14. Kontribusi swasta $330 – $500 miliar selama 5 tahun untuk pembangunan jalan raya, pembangkit listrik, dermaga, bandara.
  15. Konglomerat memperbaiki sektor ritel; peningkatan jaringan distribusi makanan, dari sawah hingga rak toko.
  16. Utang publik negara 82% dari PDB; investasi harus melibatkan swasta.
  17. Tahun 2006 India menggaet investasi senilai $8 miliar dari asing (China $63 miliar).
  18. Ribuan ponsel baru Nokia terendam akibat hujan di Chennai akibat tidak ada ruang kargo; mobil-mobil baru menunggu berminggu-minggu di dermaga; perlu waktu 10 hari untuk mengirim mobil baru sejauh 1.400 km karena antre memperlihatkan surat-surat saat melintas negara bagian; truk besar dilarang masuk ke dalam kota siang hari.
  19. Faktor cuaca sebagai penghalang; gerimis mengakibatkan saluran pembuangan meluap.
  20. Investasi harus mulai dari nol bagi perusahaan besar, mulai dari jalan, listrik, sekolah, air, rumah sakit, perumahan.
  21. Kamar hotel yang layak hanya 25.000 kamar (Las Vegas 140.000); Hilton, Wyndham dan Ramada membangun 75.000 kamar.
  22. Perusahaan telekomunikasi meraih 6 juta pelanggan baru per bulan.
  23. Pemenuhan janji politik cenderung bersifat merusak (listrik dan air gratis, akibatnya tidak ada investor yang berminat).
  24. Pemerintah korupsi biaya pembangunan, kualitas pengerjaan buruk, butuh biaya perawatan yang tinggi dan berulang-ulang.
  25. Menurut politisi, peningkatan fasilitas infrastruktur jarang membantu rakyat termiskin; pertanian mandek karena kekurangan jalan.
  26. Bantuan sukarelawan: 15.000 membantu pemantauan pembangunan jalan; UU yang mengizinkan kemitraan swasta-publik; pengembang menyediakan sebagian besar dana, menarik retribusi, menyerahkan kembali ke pemerintah (Bandara Bangalore: pemerintah menyumbang 18% dana)


Responses

  1. mantabb nih datanya…cuma sumbernya dari mana yah…?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: