1-Memecah Sansevieria

Memperbanyak Tanaman Sansevieria

Tanaman sansevieria pada dasarnya tergolong tanaman yang mudah dibiakkan. Tanaman tersebut merupakan tanaman penurut, dalam arti jika kita ’memerintahkan’ untuk menumbuhkan akar, maka ia akan mengeluarkan akar. Sebaliknya jika kita ’memerintahkan’ untuk menumbuhkan tunas/daun, maka ia akan mengeluarkan daun. Sansevieria juga termasuk tanaman segala cuaca serta tahan banting dalam hal beragam perlakuan alam dan manusia terhadapnya. Hal ini merupakan salah satu syarat utama agar tanaman hias disukai oleh orang banyak. Oleh karena itu, berbagai ragam teknik pembiakan juga dapat dilakukan pada tanaman jenis ini.

Dalam berkembang biak, sansevieria termasuk tanaman hias yang membutuhkan waktu relatif lama untuk berkembang biak. Apabila anda termasuk rajin membaca literatur, maka ada beberapa cara untuk memperbanyak tanaman ini. Akan tetapi pada cara ini digunakan cara gabungan, yaitu modifikasi penerapan metode potong pucuk dan setek rimpang.

Potong pucuk umum diterapkan pada sansevieria berdaun pendek dengan maksud memperbanyak jumlah anakan. Potong pucuk maupun cabut pucuk pada prinsipnya mengganggu tanaman agar berpindah mengeluarkan tunas pada tempat lain, dan diharapkan muncul tunas dengan jumlah yang lebih banyak.

Rimpang adalah bagian tanaman yang tumbuh di dalam tanah dimana terdapat tempat tumbuh mata tunas. Setek rimpang mengharuskan tanaman dicabut dan dibersihkan untuk kemudian dipotong bagian dari akar yang memiliki mata tunas untuk kemudian ditanam kembali.

Mengapa modifikasi perbanyakan jenis ini layak dilakukan? Hal ini sangat terkait dengan sifat manusia itu sendiri, dalam hal ini bagi pehobi tanaman hias musiman, dimana bila memiliki koleksi tanaman baru, maka perlakuan terhadap tanaman tersebut cenderung istimewa, sedangkan tanaman lama miliknya cenderung dilupakan. Hal ini sangat mungkin terjadi dengan sansevieria lama yang tidak terperhatikan dengan munculnya trend adenium dan anthurium belakangan ini. Bahwa booming sansevieria baru pada saat ini lebih dikarenakan tanaman tersebut memang lambat untuk berkembang, masuknya varietas baru dari luar negeri, serta adanya keuntungan/kelebihan lain dari sekedar tanaman hias.

Jika kita cukup teliti dalam memilih/membeli tanaman sansevieria lokal, maka terdapat banyak sansevieria yang luput untuk digandakan. Hal ini merupakan suatu keuntungan bagi penggemar sansevieria yang dapat memperolehnya, karena sebagai pembeli akan segera mendapatkan keuntungan apabila dapat melakukan penggandaan dengan segera.

Keuntungan seperti apa yang kita peroleh bila menemukan sansevieria yang tidak terpelihara dalam waktu yang lama? Pertama, mungkin kita akan mendapatkan bentuk daun yang jelek dengan beragam noda tertimpa pada daunnya. Tetapi perlu diingat bahwa tanaman tersebut telah memiliki umur yang lama, suatu hal yang mutlak dalam pembiakan sansevieria. Selain itu, tanaman yang cenderung dibiarkan akan segera bereaksi lebih cepat apabila ’diganggu’, persis seperti membangunkan macan tidur. Bayangkan sansevieria anda berasal dari suatu pojok bagian kebun yang tidak terpelihara. Kemudian anda pindahkan ke media tanam yang lebih baik dari sekedar tanah. Dari hal itu saja, tanaman anda akan mengucapkan terima kasih dengan menumbuhkan daun yang lebih baik. Bagaimana jika kita ganggu dengan ’potong pucuk’ atau ’cabut pucuk’? Bayangkan bagaimana reaksi tanaman tersebut untuk survive terhadap gangguan buatan tersebut.

Hal kedua, kemungkinan besar bahwa sansevieria anda telah tumbuh tunas, bahkan memiliki anakan yang sudah besar, sehingga memisahkan anakan menjadi tidak sulit. Tetapi jika menggunakan media tanah biasa, maka umumnya tunas mengalami hambatan untuk tumbuh, sehingga sangat mungkin menjumpai sansevieria yang tidak terlihat anakannya, bahkan tidak juga tunasnya. Maka lengkaplah keburukan sansevieria lokal yang dianggap tidak menarik apalagi tidak terlihat ada tunas baru.

Hal ketiga, angkatlah tanaman anda dari tanah/media, dan jangan terlalu berharap bahwa anda akan menemui bagian akar yang tergolong rimpang. Sebaliknya (dan ini yang merupakan daya tarik utama) anda justru akan menjumpai rimpangrimpang akar telah berubah menjadi tunas-tunas besar yang siap mengeluarkan dan menumbuhkan daun, dengan dimensi jauh lebih besar daripada tunas yang muncul di bagian bawah batang utama, tetapi dengan kondisi yang terbalik, dimana arah tumbuh justru ke bawah, berlawanan dengan arah tumbuh tunas yang seharusnya berlawanan dengan arah gravitasi. Tunas hanya mungkin tumbuh besar di bawah tanah bila berada pada media berat seperti tanah. Tanah cenderung menghambat pertumbuhan akar, sehingga rimpang yang terbentuk tidak menjadi semakin panjang, tetapi justru akan berubah menjadi tunas. Akibatnya mata tunas yang seharusnya terdapat pada rimpang, justru akan bergeser dan berada pada akar utama (umumnya akar utama tumbuh vertkal ke bawah).

Hal keempat, terkait dengan bagian atas tanaman. Metode potong pucuk menyebabkan dua hal, yaitu anda dengan segera seolah-olah telah memiliki dua tanaman, dan satu lagi, bentuk tanaman berubah karena ada pembagian daun untuk lebih dari satu pot. Perlu diingat bahwa potong pucuk menyebabkan tumbuhnya tanaman menjadi riskan, terutama untuk bagian pucuk yang ditanam yang masih ada kemungkinan gagal tumbuh. Tetapi yang jelas, bentuk tanaman berubah, dan bagaimana jika jenis tanaman sansevieria anda adalah satu-satunya jenis tanaman yang anda miliki? Maka, mempertimbangkan hal demikian, metode ini menjamin bahwa tanaman akan tetap tumbuh tanpa mengubah bentuk asal tanaman dengan jumlah daun yang sama. Bahkan tamu anda akan mengira bahwa tanaman tersebut tidak mengalami perubahan apapun kecuali repotting dengan media yang berbeda!


Tahapan pekerjaan:

  1. Pilih sansevieria Anda. Lihat baik-baik pada bagian bawah. Bila terlihat muncul tunas, sansevieria siap untuk dipisahkan menjadi beberapa bagian. Tanaman yang dipilih berikut ini telah mengalami deformasi bentuk pot serta telah muncul tunas baru, sehingga timbul asumsi bahwa akar telah cukup besar dan pemecahan tanaman dimungkinkan. Pilihan repotting adalah sesuatu yang wajar. Tetapi bila menginginkan perbanyakan tanaman, maka lakukan langkah berikut ini.

  1. Siapkan bahan media tanam, larutan akarisida/fungisida, serta pot yang sesuai. Larutan tersebut berguna sebagai fungisida sekaligus sterilisasi, dapat menggunakan Dithane atau sejenis. Media tanam disesuaikan dengan kondisi. Kami menggunakan campuran pitkam dan pasir untuk akar serta sekam bakar untuk daun yang semuanya telah dicampur Furadan atau sejenis.

  1. Tanaman dikeluarkan dari pot dan dibersihkan. Setelah melihat kondisi akar, keputusan adalah memecah tanaman dengan melakukan pemotongan untuk perbanyakan. Alasan utama adalah akar yang telah berubah menjadi tunas-tunas (warna putih), meski belum seluruhnya muncul ke permukaan dikarenakan ruang gerak akar terlalu sempit. Kemudian sansevieria dipotong pada bagian atas tunas baru dan pangkal batang (daun). Pada gambar berikut terlihat akar tanaman yang telah banyak memiliki tunas, tanpa daun. Terlihat bagian hijau di atas adalah tunas yang muncul dipermukaan media, sedangkan bagian hijau sebelah kiri bawah adalah tunas yang belum sempat muncul ke permukaan, tetapi tunas sudah besar.

  1. Bagian atas (daun) jangan dibuang. Anda dapat memecah-mecah daun untuk kemudian ditancapkan pada media tanam. Tetapi karena yang dipotong adalah batang utama, maka paling mudah (resiko minimal) adalah menancapkan secara utuh sansevieria pada media tanam sedalam 2 – 3 cm dengan media sekam bakar, siram sampai basah, kemudian simpan di tempat teduh. Sepintas tidak terlihat bahwa tanaman tersebut tidak berakar.

  1. Bagian tunas ini seharusnya sudah mengeluarkan daun, tapi karena wadah terlalu sempit justru tumbuh ke bawah. Bagian ini seharusnya sudah menjadi daun, tetapi karena hal yang sama justru tumbuh ke arah bawah. Bila melihat akar yang berwarna lebih gelap, terlihat bahwa akar masih dapat dipecah lagi. Bagian yang sudah bertunas hijau memiliki kesempatan yang lebih baik meski akar lebih sedikit.

  1. Selanjutnya akar direndam dalam larutan akarisida selama 15 menit. Kemudian, lakukan pengamatan untuk menentukan bagian-bagian yang akan dipotong.

  1. Setelah dilakukan pemotongan, maka terdapat 6 (enam) potong akar/tunas plus satu bagian daun (bagian atas) yang telah ditanam kembali. Usahakan pemotongan tidak merusak akar yang ada. Bila pada bagian akar terdapat mata tunas, maka bagian tersebut dapat dipotong juga. Pemotongan akar hanya dapat dapat dilakukan pada bagian yang gelap, sedangkan untuk bagian yang berwarna putih sebaiknya merupakan kesatuan yang utuh.

  1. Lakukan penanaman dengan media secukupnya sehingga sedapat mungkin akar tertutup media. Sesuaikan penanaman dengan arah tumbuh tunas, tetapi bila diinginkan posisi tidur juga tidak masalah.

  1. Siram media hingga basah, kemudian simpan di tempat teduh. Pastikan media tidak terlalu kering untuk menjamin pertumbuhan akar. Gunakan spray untuk menjaga kelembaban. Untuk merangsang pertumbuhan, lakukan treatment sinar matahari hanya pada pagi hari, atau tutup wadah dengan plastik. Setelah satu-dua minggu dan terlihat tunas mulai menghijau, plastik dapat dibuka. Pindahkan tanaman pada pot sesuai keinginan bila akar sudah cukup kuat atau banyak. Sungguh menyenangkan, melihat akar menumbuhkan daun, sedangkan daun menumbuhkan akar, dan itu semua berasal dari tanaman yang sama. Selamat berkarya.

Tanimart

Not just adenium…

https://tanimart.wordpress.com

tanimart@gmail.com

Responses

  1. Salam,,,maaf saya baru mencoba menanam sansevieria dan saya jg coba mencacah daunnya tapi kok daun yg saya cacahkan itu busuk semua ya? Padahal saya sudah beri fungisida dan perangsang akar dan medianya saya campurkan sekam,pasir malang dan pupuk kandang juga sudah saya taruh di tempat yg teduh dengan kadar air yang tidak berlebihan.Sansevieria yang saya punya sanse trifasciata snake plant,apa jenis ini bisa dipotong pucuk?Mohon jawabannya,trims.

  2. Nanamnya nunggu kering sekitar tiga hari. Selesai Ditanaman jangan di sirim air dulu. Setelah seminggu baru disiram


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: